Mengatasi rasa jijik & ngeri dalam mengolah sampah organik




Saat mengisi sharing pengolahan sampah organik,  komentar yang sering terdengar pertama kali adalah rasa jijik & ngeri. Hal ini yang menjadi alasan banyak masyarakat yang enggan untuk mau mengolah sampah organiknya sendiri, disamping tidak mau menambah ekstra pekerjaan rumah, harus repot repot memilah & mengolah sampah. Maka jalan singkat yang diambil adalah membuang sampah secara tercampur begitu saja lewat petugas pengumpul sampah yang berujung di tempat penampungan sampah umum.

Biasanya dalam sesi sharing pengolahan sampah organik, sebelum masuk ke teknis cara mengolah sampah dengan beberapa metode, Kami tekankan di awal adalah mengenai urgensi pengurangan, pemilahan & pengolahan sampah organik. Biasanya Kami terangkan dampak negatif dari sampah organiuk yang tercampur lalu masuk ke dampak positif ketika mengolah sampah organik sendiri. 




Setelah peserta memahami & menyadari pentingnya mulai mengolah sampah organik sendiri, maka tantangan berikutnya adalah mengatasi rasa jijik & ngeri ketika awal awal harus mengolah sampah organik, terlebih risiko munculnya bau hingga munculnya belatung atau larva.

Rasa jijik & ngeri ketika awal mulai mengolah sampah organik sendiri adalah hal yang wajar, namun biasanya setelah beberapa kali "memaksa" diri membiasakan mengolah sampah organik, rasa jijik & ngeri lama kelamaan hilang karena sudah terbiasa.

Di sela sharing Kami memberikan intermezzo tentang proses pembusukan, ini berkaitan dengan mematahkan persepsi buruk soal pembusukan,  semua sisa organik pasti akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi, lebih lanjut pembusukan itu sangat berguna bagi seluruh makhluk hidup, pembusukan adalah cara alam dalam menjaga keberlangsungannya.

Memang disisi lain pembusukan secara terbuka tanpa pengkondisian tertentu  juga menimbulkan dampak bersifat negatif bagi manusia, tidak hanya bau yang kurang nyaman tapi juga seperti potensi tersebarnya penyakit. Karena itu dengan kita mengolah sampah organik sendiri kita mengurangi risiko timbulnya dampak negatif pembusukan sampah.

Nah berikut ini beberapa tips untuk membantu menghadapi rasa jijik & ngeri dalam mengolah sampah organik 

1) Paksa diri untuk mulai olah sampah organik sekarang juga, buat afirmasi diri bahwa rasa jijik & ngeri memang wajar, namun setelah beberapa kali mengolah maka rasa jijik & ngeri ini akan menghilang 

2) Bergabung dalam komunitas pengolahan sampah organik, kini banyak komunitas pegiat lingkungan & pengolahan sampah organik, dalam komunitas ini biasanya akan mendapat berbagi tips & sharing daripegiat lain mengenai cara mengolah sampah organik, sehinggga meningkatkan motivasi kita melawan rasa jijik & ngeri mengolah sampah organik. 

3) Ikut pelatihan pengolahan sampah organik secara langsung, dalam pelatihan pengolahan sampah organik akan disampaikan beberapa metode pengolahan sampah & kita bisa memilih metode mana yang kiranya lebih nyaman bagi diri kita ketika nanti mulai mengolah sampah 

4) Mendapatkan mentor / pembimbing yang bisa memandu & memotivasi diri kita dalam mengolah sampah organik langkah demi langkah

Nah 4 langkah ini bisa menjadi tips bagi sahabat sahabat untuk mengurangi rasa jijik & ngeri dalam mengeolah sampah organik. Yuk mulai olah sampah organik sisa makanan di rumah kita  :) 

(Muhammad Aldhira - @petanisampah) 
Penulis adalah pegiat lingkungan & tim Trainer Rumah Edukasi Biomethagreen 
Kontak whatsapp link https://wa.me/6282120209612



ADS : Ubah Sampah Organik jadi berkah dengan ROSDA 
Klik Disini



Ingin beriklan atau menjadi sponsor dalam blog Petani Sampah ? silakan klik link whatsapp https://wa.me/6282120209612

Komentar